Tukang Parkir Ramah yang Beri Pelayanan Esktra Tanpa Biaya

By | 12th October 2017

cerita sex Seorang pria berkalung tali dengan bandul peluit warna putih terlihat merapikan sepeda motor yang terparkir di Kuningan, jalan Kolombo, Caturtunggal, Depok, Sleman, tepatnya depan warung makan sebelah Utara kolam renang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Setiap kali ada yang hendak parkir atau mengambil sepeda motor setelah selesai makan, selalu disambutnya dengan senyum ramah.

Pria ini bernama Budi Santoso. Sepintas, Budi, panggilan Budi Santoso, seperti tukang parkir pada umumnya. Hanya saja, ada sesuatu yang berbeda dari bapak dua orang anak ini dalam memberikan pelayanan.

Pria yang saat ini berusia 56 tahun ini selalu ramah menyapa pemilik sepeda motor. Setelah itu, Budi mengarahkan sepeda motor sesuai dengan arah yang hendak dituju.

Tak hanya itu, sambil menjaga sepeda motor yang ditinggal pemiliknya makan, ia mengambil kain, lalu membersihkan satu persatu semua helm, jok dan kaca spion sepeda motor yang terparkir.

Budi Santoso menceritakan, dulu ia bekerja di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) selama kurang lebih 11 tahun. Setelah itu, ia menjadi sekuriti salah satu bengkel mobil yang terletak di Ringroad Utara. Sambil menjadi petugas keamanan, Budi juga bekerja di proyek.

“Sekuriti saya ambil yang jaga malam, pagi harinya kerja di proyek, ya kalau pas istirahat siang makannya harus cepat agar bisa tidur sebentar,” ujar Budi saat ditemui Kompas.com, Rabu (11/10/2017).

Setelah mengundurkan diri dari bekerja sebagai sekuriti, Budi kemudian menekuni profesi menjadi tukang parkir di salah satu rumah makan di Kuningan, Jalan Kolombo, Caturtunggal, Depok, Sleman, tepatnya depan warung makan sebelah utara kolam renang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). cerita sex

Pekerjaan itu sudah ditekuninya sejak lima tahun yang lalu. Namun memberi pelayanan ekstra membersihkan helm, spion, hingga jok motor baru dilakukan sejak tiga tahun lalu.

“Itu (membersihkan Jok, helm dan spion) termasuk servis, saya terbiasa kerja apapun selalu melayani sebaik-baiknya,” katanya.

Pria kelahiran Yogyakarta, 9 September 1962 ini memberihkan pelayanan ekstra dengan sukarela tanpa memungut biaya tambahan. Ia tidak pernah meminta uang lebih kepada pemilik sepeda motor atas apa yang dilakukannya.

“Membersihkan helm, spion dan Jok, saya lakukan dengan ikhlas dan senang hati. Niat saya melayani dan berbuat baik untuk sesama,” katanya.

Budi mengungkapkan tarif parkir awalnya Rp 500 dan untuk sekarang ini menjadi Rp 1.000. Ia tidak menaikkan lagi tarif parkir karena yang datang untuk makan kebanyakan mahasiswa yang indekos.

“Meski mahasiswa tapi kan tidak semuanya dari keluarga yang kaya. Jadi ya kasihan kalau harus bayar parkirnya lebih dari Rp 1.000 ,” tuturnya.

Meski ada tarifnya, Budi tidak pernah sekalipun memaksa pemilik kendaraan untuk membayar parkir. Sebab semuanya ia lakukan dengan keikhlasan.

“Tidak memberi juga tidak apa-apa, saya itu tidak semata-mata untuk uang,” katanya.

Sering juga, lanjutnya, karyawan dan mahasiswa yang parkir memberikan uang lebih kepada Budi. Mereka memberikan uang lebih karena melihat ketekunan, kerja keras dan pelayanan Budi.

“Setiap hari pasti ada yang memberi lebih, pernah juga seorang mahasiswi dan karyawan yang sampai memberi Rp 50.000, saya mau kasih kembalian tidak mau. Saya tanya, katanya simpati melihat saya kerja keras dan tekun,” kata Budi.

Setiap kali ada mahasiswa yang mengambil sepeda motor setelah makan, entah memberi uang parkir atau tidak, Budi selalu bersikap sopan.

Sebab sebagai orang Jawa menjaga sopan santun dan keramahan itu sudah menjadi keharusan.

“Setiap ada mahasiswa yang ambil motor, saya selalu mengucapkan doa, semoga cepat selesai, dapat IPK yang bagus dan sukses. Pasti saya doakan seperti itu,” pungkasnya.

0 thoughts on “Tukang Parkir Ramah yang Beri Pelayanan Esktra Tanpa Biaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *