Dorongan stimulus fiskal menghambat laju yen

By | 11th July 2017

solid gold Walau ada beberapa data ekonomi Jepang yang dirilis hari ini, kurs yen ternyata masih belum mampu menguat dibanding beberapa mata uang utama termasuk terhadap euro. Mata uang Negeri Sakura ini masih terkapar di hadapan euro.

Mengutip Bloomberg, pasangan EUR/JPY pada perdagangan Senin (10/7) pukul 17.29 WIB bergerak menguat di angka 130,10. Penguatan ini juga terjadi pada pairing USD/JPY dan GBP/JPY pada waktu perdagangan yang sama.

Data pemesanan mesin (core machinery order), dan current account ternyata tak mampu memberikan sentimen pada pergerakan yen terhadap euro. Akibatnya, pasangan EUR/JPY jadi terus bergerak menguat.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan, penguatan pasangan ini juga disebabkan oleh masih longgarnya kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ). “Kebijakan ini berbeda sekali dengan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang berniat untuk mengurangi stimulus moneter,” kata Putu kepada KONTAN, Senin (10/7). solid gold

Dana Moneter Internasional (IMF) sempat mendesak BOJ mengurangi stimulus fiskalnya untuk meminimalisasi risiko pelemahan konsumsi dan guncangan eksternal. Namun, Gubernur BOJ masih tetap bersikeras melakukan stimulus ini agar mereka bisa memenuhi target inflasi 2% tahun ini.

Di sisi lain, Putu melihat keadaan geopolitik yang masih stabil menghambat laju yen terhadap beberapa mata uang, termasuk euro. “Keadaan politik dan ekonomi global yang masih stabil membuat investor kurang tertarik terhadap yen, mengakibatkan laju mata uang ini jadi terpuruk,” ujar Putu.

Selasa (11/7), Putu memprediksi pasangan EUR/JPY memiliki peluang koreksi setelah naik cukup signifikan selama sebulan terakhir. Namun, ia melihat outlook pairing ini masih bullish.

0 thoughts on “Dorongan stimulus fiskal menghambat laju yen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *